Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

Bersama Ketua PC. NU Kabupaten Pamekasan KH. Taufiq Hasyim

Written By aZIS ASHARI on Jumat, 03 Januari 2025 | 23.15

 


Menghadiri undangan ketua PC.NU Pamekasan KH. Taufiq Hasyim dalam rangka kegiatan Hari Santri Nasional yang digelar pada 22 Oktober 2023.

23.15 | 0 komentar

Melantik Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Pamekasan

 










23.12 | 0 komentar

Bersama Forkompida Pamekasan

 


23.03 | 0 komentar

Bersama Menteri PUPR dan Forkopimda

 


23.01 | 0 komentar

Aziz Azhari, Keturunan Sayid Husen Bin Malik Maulana Ibrahim, Jadi Ketua Muhammadiyah

21.53 | 0 komentar

Azis Ashari Terpilih Jadi Ketua PDM Pamekasan

21.49 | 0 komentar

Kholilurrahman Sambangi Kantor Muhammadiyah Pamekasan

Written By aZIS ASHARI on Minggu, 08 Desember 2024 | 11.22

 Tautan berita klik link dibawah ini 👇

Kholilurrahman Sambangi Kantor Muhammadiyah Pamekasan



11.22 | 0 komentar

PD. MUHAMMADIYAH PAMEKASAN AJAK MASYARAKAT TIDAK GOLPUT PILKADA 2024

Tautan berita klik link dibawah ini ... Ketua PD. Muhammadiyah Pamekasan Azis Ashari ajak masyakat tidak golput

PD. MUHAMMADIYAH PAMEKASAN AJAK MASYARAKAT TIDAK GOLPUT PILKADA 2024 

11.18 | 0 komentar

Menyambung Tali Silaturrahim Dan Melanjutkan Amal Shalih Para Sesepuh

Written By aZIS ASHARI on Jumat, 19 Juli 2019 | 07.39

(foto: Azis Ashari (Madura-Indonesia bersama Keluarga anak cucu KH. Moh Noer al-Manduri warga Asal Malaysia, saat berkunjung ke Malaysia)

Di Indonesia dalam setiap tahunnya ada tradisi yang terus berkembang, yaitu reuni. Reuni teman seangkatan sekolah, kuliah, organisasi, keluarga dan sebagainya. Pada umumnya dilakukan setelah hari raya idul fitri, hal itu karena masa libur kerja.

Hemat penulis, reuni yang harus dilakukan dan ditradisikan adalah reuni keluarga, mengapa reuni keluarga? karena dengan reuni itu keluarga yang terikat karena pertalian darah akan kembali bertemu dan saling menceritakan kebaikan para sesepuh, serta juga untuk berbagi pengalaman selama menjalani aktifitas masing-masing dan yang paling penting adalah menyambung kasih sayang antar keluarga karena telah sekian lama terpisah akibat terjebak rutinitas masing-masing orang.

Penting untuk dilakukan ketika reuni keluarga adalah menceritakan kebiasaan, dan amal shalih para sesepuh. Mereka telah mendapatkan kebaikan dari amal shalih yang mereka kerjakan, bahkan kebaikan itu tidak hanya dirasakan mereka, bahkan anak cucunya mendapatkan cipratan kebaikannya.

di Indonesia ada tradisi, orang yang punya sesepuh yang dinyatakan wali/ulama/kiai oleh masyarakat disebabkan amal shlaih mereka, anak cucunya mendapat sebutan kehormatan dengan sebutan kiai, lora, bindhereh dan sebagainya. Penyebutan itu karena warisan amal shalih para sesepuh. Tentu penyebutan kehormatan itu harus disyukuri dengan upaya melanjutkan amal shalih para pendahulu. Para generasinya harus menjadi tauladan bagi umat sebagaimana sesepuh menjadi guru dan tauladan bagi umat. Agar kebaikan terus mengalir dan pahalanya tetap mengalir kepada para sesepuh.

07.39 | 0 komentar

Dermaga Saksi Bisu

Written By aZIS ASHARI on Sabtu, 12 November 2016 | 07.54

Dermaga branta pesisir adalah salah satu tempat yang eksotis, menyajikan pemandangan yang indah, riak gelombang dan perahu berjejer.
Dermaga ini menjadi salah objek travelling Karena selain menyuguhi pengunjung dengan pesona alam, juga menjadi tempat yang strategis untuk memancing ikan laut.
Honda life telah menjadi bagian dari bait bait cerita dermaga tak bernama itu.
07.54 | 0 komentar

Tingkatkan Pemahaman Penelitian, STAI Al-Khairat Gelar Workshop Internasional

Pamekasan Madura, Dalam  rangka meningkatkan wawasan para dosen  khususnya dalam  bidang  penelitian bertaraf internasional, STAI Al-Khairat menyelenggarakan workshop desain penelitian internasional pada Sabtu (12/11/16).

Pada kegiatan itu,  STAI Al-Khairat bekerjasama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Pihak UKM mengutus sejumlah dosen dan peneliti untuk menjadi narasumber pada workshop yang dihelat diauditorium STAI al-Khairat.

Azis Ashari, salah satu peserta workshop menuturkan bahwa kegiatan itu sangat berguna bagi dosen sebagai tambahan motivasi Dan pengalaman dalam bidang penelitian.

"Sangat bagus, dan ada tambahan ilmu dari para pembicara" katanya.
00.14 | 0 komentar

API TAK KUNJUNG PADAM

Written By aZIS ASHARI on Sabtu, 05 November 2016 | 07.18

Azis Maulana bersama tim pembina Rumah Quran Mulia Pamekasan dan alumni Rumah Quran Mulia Jakarta.
07.18 | 0 komentar

SOAL UTS PENGANTAR STUDI ISLAM

Written By aZIS ASHARI on Minggu, 23 Oktober 2016 | 23.45

1. Apa yang di maksud studi Islam?
2. Sebutkan contoh Tradisi-tradisi yang baik sebelum Islam datang? berikan contoh Tiga tradisi, dan uraiannya?
3. Sebutkan tradisi jahiliah sebelum Islam datang ? berikan contoh tiga tradisi dan uraiannya?
4. Apa yang anda ketahui tentang kepercayaan masyarakat pra islam?
5. Apa saja aliran-aliran kepercayaan yang dimiliki oleh manusia ?
6. Dalam  ajaran Islam ada madzhab idiologi / akidah yang berkembang setelah para sahabat meninggal, sebutkan minimal 4 dan penjelasannya?
7. Mengapa ajaran agama Islam diperlukan oleh manusia?
8. Apa yang dimaksud tradisi? Jelaskan
9. Tuliskan 3 ayat dari al-Quran dan artinya yang berisi > ajaran Islam membawa keselamatan dunia akhirat
10. Salah satu bentuk aliran kepercayaan adalah animisme, apa yang dimaksud animisme? berikan 2 contoh dan uraiannya?
11. Sebutkan minimal tiga contoh dan uraiannya, fungsi al-Quran dan Hadits?
Selamat mengerjakan...

ttd.

AZIS ASHARI, MHI
23.45 | 0 komentar

MUI Pamekasan Luncurkan Buku Pembangunan Madura Bernuansa Islami

Written By aZIS ASHARI on Sabtu, 27 Juni 2015 | 01.01

PAMEKASAN (titik0km.com) – Agar tetap menjaga pembangunan di wilayah Madura tetap bernuansa Islami maka, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan, Jawa Timur, membuat buku Pedoman Pembangunan Madura Bernuansa Islami sebagai upaya mempertahankan identitas nilai-nilai keislaman di Pulau Garam itu.
Seperti yang dikutip dari portal Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Rabu (26/2), buku yang diluncurkan baru tiga hari itu, memuat lima hal pembahasan terkait pembangunan Madura. Bagian Hubungan Masyarakat MUI Pamekasan Azis Maulana mengatakan, lima poin isi buku ini  meliputi pedoman industrialisasi islami, pedoman pengelolaan pendidikan islami, dan pedoman pariwisata islami. Selanjutnya, pedoman pengembangan budaya islami, dan pedoman hotel islami.
“Kami berharap buku ini akan menjadi pedoman pembangunan di Madura, sehingga pembangunan di Pulau Garam ini tetap mengacu kepada nilai-nilai keislaman dan tradisi yang berkembang di Madura,” kata Azis Maulana, Selasa (25/2)
Ia menjelaskan, buku akan dikirimkan ke masing-masing pemkab di Pulau Madura dan diharapkan bisa diperhatikan oleh pimpinan daerah sehingga kemajuan pembangunan di Madura nantinya adalah kemajuan yang tetap berpijak pada nilai-nilai religius. “Dalam artian kemajuan yang dicapai adalah kemajuan yang tetap berpedoman pada nuansa agama,” kata Azis Maulana menjelaskan.
Penyusunan itu, berdasarkan hasil studi banding dan kajian MUI Pamekasan yang dilakukan selama ini. Buku pedoman sebanyak 92 halaman yang diluncurkan MUI Pamekasan ini menurut Azis Maulana telah disetujui MUI Jawa Timur dan institusi itu mendukung upaya MUI Pamekasan agar tetap melestarikan nilai-nilai ke-Islam-an.
Ormas Islam lainnya seperti Nahdlatul UlamaMuhammadiyah, Al-Irsyad dan Hidayatullah menyambut positif buku pedoman pembangunan Madura Islami yang dibuat MUI Pamekasan itu


Berawal dari : http://www.titik0km.com/mui-pamekasan-luncurkan-buku-pembangunan-madura-bernuansa-islami.html#ixzz3eFP7FFZ2
01.01 | 0 komentar

112 Siswa Miskin Pamekasan Terima Beasiswa Hardiknas

Pamekasan (Antara Jatim) - Sebanyak 112 siswa miskin dan anak yatim di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menerima bantuan beasiswa dari Badan Amil Zakat (BAZ) setempat yang diserahkan saat pelaksanaan upacara Hari Pendidikan Nasional.

"Bantuan beasiswa ini penyerahannya secara simbolis sengaja kami lakukan bersamaan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional sebagai bentuk syiar, sekaligus mendorong semua pihak untuk peduli pada siswa yang tidak mampu," kata Wakil Ketua BAZ Pamekasan, Alwi, setelah penyerahan bantuan beasiswa itu di Pendopo Pemkab Pamekasan, Sabtu.

Nilai beasiswa yang diterima ratusan siswa miskin dan anak yatim itu Rp600 ribu per orang.

Dana itu terkumpul dari penarikan sedekah, zakat dan infaq para pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkab Pamekasan, pegawai rumah sakit, serta sumbangan dari pihak bank di Kabupaten Pamekasan.

"Nilainya memang tidak terlalu besar, tapi kami berharap bantuan itu bisa mendorong siswa penerima bantuan untuk lebih giat belajar," kata Alwi.

Menurut Staf Teknis BAZ Pamekasan Azis Maulana, siswa penerima bantuan beasiswa BAZ Pamekasan itu ditetapkan sebagai penerima bantuan berdasarkan survei lapangan yang dilakukan BAZ.

Selain menyerahkan bantuan beasiswa, BAZ Pamekasan juga menyerahkan bantuan tunjangan kesejahteraan kepada "Guru Bangkit" sebesar Rp2,5 juta.

"Guru Bangkit" merupakan istilah yang diberikan Pemkab Pamekasan kepada guru yang mengajar di lembaga pendidikan agama, dan yang bersangkutan bukan pegawai negeri sipil, dan tidak masuk dalam program sertifikasi guru.

Guru penerima bantuan BAZ Pamekasan bernama Syaiful asal Desa Dasuk, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.

Syaiful banyak mengajar di sejumlah lembaga pendidikan di Kabupaten Pamekasan, tetapi pria ini hanya mengajar di lembaga pendidikan diniyah, dan tidak terdata sebagai penerima program sertifikasi.

"Bantuan kepada Guru Bangkit yang bernama Syaiful itu juga seperti itu," tuturnya.

Upacara memperingati Hardiknas di lapangan pendopo Pemkab Pamekasan itu dipimpin oleh Kapolres Pamekasan AKBP Sugeng Muntaha.(*)

sumber: http://www.antarajatim.com/lihat/berita/156463/112-siswa-miskin-pamekasan-terima-beasiswa-hardiknas
00.59 | 0 komentar

KNPI Pamekasan: Pemerintah Tegas Larang Kekerasan

Pamekasan (Antara Jatim) - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pamekasan, Madura, mengharapkan pemerintah tegas melarang praktik kekerasan dalam pelaksanaan karapan sapi pada Piala Bergilir Presiden RI 2013 yang akan digelar dalam waktu dekat ini.

"Sebab selain melanggar hukum agama dan hukum positif, praktik kekerasan dalam pelaksanaan karapan sapi ini juga telah menjadi komitmen pemerintah, baik pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi, bahwa dalam pelaksanaan karapan sapi memperebutkan Piala Bergilir Presiden RI kali ini tanpa kekerasan," kata Wakil Sekretaris KNPI Pamekasan, Azis Maulana kepada Antara, Minggu malam.

Oleh karenanya, sambung Azis, secara pribadi maupun secara kelembagaan, ia meminta agar pemerintah bisa bersikap tegas, yakni tidak membiarkan terjadi praktik kekerasan dalam pelaksanaan karapan sapi. Dan apabila praktik kekerasan tetap dibiarkan, maka hal itu sama halnya dengan melegalkan penyiksaan hewan.

Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pamekasan ini mengemukakan hal itu, karena dalam pelaksanaannya, seleksi karapan sapi untuk pelaksanaan Piala Presiden RI 2013 di tingkat kabupaten masih menggunakan praktik kekerasan.

Pemilik sapi kerap masih menggunakan "rekeng" yakni sebuah alat yang dipasangi paku dan digunakan joki sapi kerap menggaruk pantat sapi agar laringan kencang. Dengan alat itu, maka sapi-sapi karapan itu lalu berlari sangat kencang karena kesakitan.

Tidak hanya itu saja, para pemilik sapi karapan ini juga masih mengoleskan balsam ke mata sapi sebelum sapi-sapi itu diadu mencapai garis finis.

"Ketegasan pemerintah dalam hal ini saya kira sangat diperlukan. Sebab kalau dibiarkan, berarti negara kita ini melegalkan adanya praktik penyiksaan hewan dimana dunia dan pada akhirnya kita sendiri yang akan rugi nantinya," kata Azis Maulana.

Usulan menghapus praktik kekerasan dalam pelaksanaan karapan sapi ini mulai gencar disuarakan para pecinta hewan, kalangan budayawan dan ulama Madura sejak 2010.

Tahun 2011, Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) IV Pamekasan selaku penanggung jawab kegiatan pelaksanaan tahunan lomba karapan sapi di Pulau Garam itu berupa menghapus praktik kekerasan itu dengan mensosialisasikan kepada para pemilik sapi karapan, namun tidak terlaksana. Ketika itu, karapan sapi tetap menggunakan "rekeng" atau kekerasan.

Pada tahun 2012, akhirnya karapan sapi Piala Presiden RI terpecah menjadi dua, yakni menggunakan kekerasan dan karapan sapi tanpa kekerasan. Karapan sapi Piala Presiden 2012 ini terpecah menjadi dua, karena pertimbangan politik Gubernur Jatim Soekarwo.

Karapan sapi Piala Bergilir Presiden RI dengan kekerasan digelar di Lapangan Kerap Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, sedangkana karapan tanpa kekerasan di lapangan Stadion RPH. Moh. Noer, Kabupaten Bangkalan.

Kepala Bakorwil IV Pamekasan Edy Santoso menyatakan, selanjutnya untuk pelaksanakan Kerapan Sapi Piala Presiden 2013 dan tahun-tahun berikutnya akan dilaksanakan dengan tanpa kekerasan dengan tujuan untuk mengembalikan citra karapan sapi Madura sebagai hazanah budaya bangsa yang patut dibanggakan.

Sebab, menurut dia, sebelumnya, pelaksanaan karapan sapi memang tanpa kekerasan. Alat yang digunakan joki pasangan sapi kerap dulunya bukan "rekeng" atau tetapi "Pak-kopak", yakni batang pohon pisang.

"Kami hanya meminta pemerintah benar-benar merealisasikan keputusannya ini, dan sebagai generasi muda bangsa, kita tentu tidak ingin bangsa ini dikecam, karena melegalkan praktik penyiksaan pada hewan," kata Wakil Sekretaris KNPI Pamekasan Azis Maulana menambahkan.

Sementara, meski pelaksanaan karapain tahun ini direncanakan tanpa kekerasan, akan tetapi seleksi pasangan sapi kerap di mulai dari tingkat kecamatan hingga di tingkat kabupaten, tetapi menggunakan pola kekerasan. Seperti yang digelar di lapangan Stadion Pamekasan, Minggu (22/9). (*)

sumber: http://www.antarajatim.com/lihat/berita/118243/knpi-pamekasan-pemerintah-tegas-larang-kekerasan
00.47 | 0 komentar

Inspirasi Ilmu

TRAVELING

MENJADI PRIBADI YANG BERMANFAAT

Nabi Muhammad Saw. dalam sebuah sabdanya menyampaikan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Kebermanfaatan itu tentu meliputi berbagai aspek sesuai dengan kapasitas dan kemampuan manusia. Manusia telah diberi kemampuan yang berbeda agar satu sama lain dapat memberi manfaat. ada yang bermanfaat dengan hartanya, dengan jabatannya, dengan ilmunya, dengan pemikirannya, dengan tenaganya. Pertanyaannya, apakah yang akan menjadi jalan kebermanfaatan kita?

RUMAH QURAN MULIA

KOLOM BERITA

UAZA TV

AZIS ASHARI AKADEMIA


Go Zakah